Sabtu, 27 Juli 2013

KERAJAAN- KERAJAAN DI INDONESIA

KERAJAAN HINDU-BUDHA  1. Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai atau Kerajaan Kutai Martadipura (Martapura) merupakan kerajaan Hindu yang berdiri sekitar abad ke-4 Masehi di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Diperkirakan kerajaan kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan ini dibangun oleh Kudungga. Diduga ia belum menganut agama Hindu.

Peninggalan terpenting kerajaan Kutai adalah 7 Prasasti Yupa, dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta, dari abad ke-4 Masehi. Salah satu Yupa mengatakan bahwa “Maharaja Kundunga mempunyai seorang putra bernama Aswawarman yang disamakan dengan Ansuman (Dewa Matahari). Aswawarman mempunyai tiga orang putra. yang paling terkemuka adalah Mulawarman.” Salah satu prasastinya juga menyebut kata Waprakeswara yaitu tempat pemujaan terhadap Dewa Syiwa.


2. Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegera di Jawa Barat hampir bersamaan waktunya dengan Kerajaan Kutai. Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382 – 395). Maharaja Purnawarman adalah raja Tarumanegara yang ketiga (395 – 434 M). Menurut Prasasti Tugu pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km).

Dari kerajaan Tarumanegara ditemukan sebanyak 7 buah prasasti. Lima diantaranya ditemukan di daerah Bogor. Satu ditemukan di desa Tugu, Bekasi dan satu lagi ditemukan di desa Lebak, Banten Selatan. Prasasti-prasasti yang merupakan sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara tersebut adalah sebagai berikut :

1.   Prasasti Kebon Kopi,
2.   Prasasti Tugu,
3.   Prasasti Munjul atau Prasasti Cidanghiang,
4.   Prasasti Ciaruteun, Ciampea, Bogor
5.   Prasasti Muara Cianten, Ciampea, Bogor
6.   Prasasti Jambu, Bogor
7.   Prasasti Pasir Awi, Bogor.

3. Kerajaan  Sriwijaya
Sriwijaya merupakan kerajaan yang bercorak agama Budha. Raja yang pertamanya bernama Sri Jaya Naga, sedangkan raja yang paling terkenal adalah Raja Bala Putra Dewa. Letaknya yang strategis di Selat Malaka (Palembang) yang merupakan jalur pelayaran dan perdagangan internasional.Keadaan alam Pulau Sumatera dan sekitarnya pada abad ke-7 berbeda dengan keadaan sekarang. Sebagian besar pantai timur baru terbentuk kemudian. Oleh karena itu Pulau Sumatera lebih sempit bila dibandingkan dengan sekarang, sebaliknya Selat Malaka lebih lebar dan panjang. Beberapa faktor yang mendorong perkembangan kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan besar antara lain sebagai berikut :

  • Kemajuan kegiatan perdagangan antara India dan Cina melintasi selat Malaka, sehingga membawa keuntungan yang besar bagi Sriwijaya.
  • Keruntuhan Kerajaan Funan di Vietnam Selatan akibat serangan kerajaan Kamboja memberikan kesempatan bagi perkembangan Sriwijaya sebagai negara maritim (sarwajala) yang selama abad ke-6 dipegang oleh kerajaan Funan.
Prasasti-prasasti yang di temukan adalah sebagai beikut : Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang Tuwo, Prasasti Kota Kapur, Prasasti Telaga Batu, Prasasti Karang Birahi, Prasasti Ligor

Selain peninggalan berupa prasasti, terdapat peninggalan berupa candi. Candi-candi budha yang berasal dari masa Sriwijaya di Sumatera antara lain Candi Muaro Jambi, Candi Muara Takus, dan Biaro Bahal, akan tetapi tidak seperti candi periode Jawa Tengah yang terbuat dari batu andesit, candi di Sumatera terbuat dari bata merah.Beberapa arca-arca bersifat budhisme, seperti berbagai arca budha dan bodhisatwa Awalokiteswara ditemukan di Bukit Seguntang, Palembang, Jambi, Bidor, Perak dan Chaiya.
Raja- raja Sriwijaya :
·         Raja Dapunta hyang
·         Raja Balaputra Dewa
·         Raja Sanggrama Wijayattunggawarman

4.  Kerajaan Mataram ( Hindu-Budha )
Kerajaan Mataram diketahui dari Prasasti Canggal yang berangka tahun 732 Masehi yang ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Dalam prasasti itu disebutkan bahwa pada mulanya Jawa (Yawadwipa) diperintah oleh Raja Sanna. Setelah ia wafat Sanjaya naik tahta sebagai penggantinya. Sanjaya adalah putra Sannaha (saudara perempuan Sanna).

Prasasti Mantyasih (Prasasti Kedu)  yang di dikeluarkan oleh Raja Balitung pada tahun 907 memuat daftar raja-raja keturunan Sanjaya, sebagai berikut :

1. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya
2. Sri Maharaja Rakai Panangkaran
3. Sri Maharaja Rakai Panunggalan
4. Sri Maharaja Rakai Warak
5. Sri Maharaja Rakai Garung
6. Sri Maharaja Rakai Pikatan
7. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi
8. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang
9. Sri Maharaja Watukura Dyah Balitung

Prasasti Kelurak, 782 M di desa Kelurak disebutkan bahwa Raja Dharanindra membangun arca Majusri ( candi sewu). Pengganti raja Dharanindra, adalah Samaratungga. Samaratungga digantikan oleh putrinya bernama Pramodawardhani. Dalam Prasasti Sri Kahulunan ( gelar Pramodawardhani) berangka tahun 842 M di daerah Kedu, dinyatakan bahwa Sri Kahulunan meresmikan pemberian tanah untuk pemeliharaan candi Borobudur yang sudah dibangun sejak masa pemerintahan Samaratungga.

Pramodhawardhani menikah dengan Rakai Pikatan yang beragama Hindu. Adik Pramodhawardhani, Balaputradewa menentang pernikahan itu. Pada tahun 856 Balaputradewa  berusaha merebut kekuasaan dari Rakai Pikatan, namun usahanya itu gagal. Setelah pemerintahan Rakai Pikatan, Mataram menunjukkan kemunduran. Sejak pemerintahan Raja Balitung banyak mengalihkan perhatian ke wilayah Jawa Timur. Raja-raja setelah Balitung adalah :
  1. Daksa (910 – 919). Ia telah menjadi rakryan mahamantri I hino (jabatan terttinggi sesudah raja) pada masa pemerintahan Balitung.
  2. Rakai Layang Dyah Tulodong (919 – 924)
  3. Wawa yang bergelar Sri Wijayalokanamottungga (924 – 929)

Wawa merupakan raja terakhir kerajaan Mataram. Pusat kerajaan kemudian dipindahkan oleh seorang mahapatihnya (Mahamantri I hino) bernama Pu Sindok ke Jawa Timur.

5. Kerajaan Medang Kamulan
Kerajaan Medang Kamulan di Muara sungai brantas, dan wilayahnya mencakup seluruh wilayah Jawa timur. Didirikan oleh Mpu Sendok

6. Kerajaan Kediri
Pada akhir pemerintahannya Airlangga kesulitan dalam menunjuk penggantinya, sebab Putri Mahkotanya bernama Sanggramawijaya menolak menggantikan menjadi raja. la memilih menjadi seorang pertapa. Maka tahta diserahkan kepada kedua orang anak laki-lakinya, yaitu Jayengrana dan Jayawarsa. Untuk menghindari perselisihan di antara keduanya maka kerajaan di bagi dua atas bantuan Pu Barada yaitu Jenggala dengan ibukotanya Kahuripan dan Panjalu dengan ibukotanya Daha (Kadiri)

Sampai setengah abad lebih sejak Airlangga mengundurkan diri tidak ada yang dapat diketahui dari kedua kerajaan itu. Kemudian hanya Kadiri yang menunjukkan aktifitas politiknya. Raja pertama yang muncul dalam pentas sejarah adalah Sri Jayawarsa dengan prasastinya yang berangka tahun 1104 M. Selanjutnya berturut-turut raja-raja yang berkuasa di Kadiri adalah sebagai berikut : Kameswara (±1115 – 1130), Jayabaya (±1130 – 1160), 1135), Sarweswara (±1160 – 1170), Aryyeswara (±1170 – 1180), Gandra (1181), Srengga (1190-1200) dan Kertajaya (1200 – 1222).
Pada tahun 1222 terjadilah Perang Ganter antara Ken arok dengan Kertajaya. Ken Arok dengan bantuan para Brahmana (pendeta) berhasil mengalahkan Kertajaya di Ganter (Pujon, Malang).


7. Kerajaan Singasari
Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok. Dalam kitab Pararaton Ken Arok digambarkan sebagai seorang pencuri dan perampok yang sakti, sehingga menjadi buronan tentara Tumapel. Setelah mendapatkan bantuan dari seorang Brahmana, Ken Arok dapat mengabdi kepada Akuwu (bupati)  di Tumapel bernama Tunggul Ametung. Setelah berhasil membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok menggantikannya sebagai penguasa Tumapel. Ia juga menjadikan Ken Dedes, istri Tunggul Ametung, sebagai permaisurinya. Pada waktu itu Tumapel masih berada di bawah kekuasaan Kerajaan Kadiri. Sumber sejarah yang terkenal adalah kitab Pararaton dan Negarakertagama.


8. Kerajaan Majapahit
Setelah Kertanegara terbunuh oleh Jayakatwang, 1292. Raden Wijaya menantu Kertanegara berhasil melarikan diri ke Madura untuk minta bantuan Arya Wiraraja, bupati Sumenep. Atas nasihat Arya Wiraraja, Raden Wijaya menyerahkan diri kepada Jayakatwang. Atas jaminan dari Arya Wiraraja, Raden Wijaya diterima dan diperbolehkan membuka hutan Tarik yang terletak di dekat Sungai Brantas. Dengan bantuan orang-orang Madura, pembukaan hutan Tarik dibuka dan diberi nama Majapahit.
Sumber sejarah kerajaan majapahit; Prasastai Butak, Kidng Harsawijaya, Kitab Pararaton, Kitab Negarakertagama.
Raja di Kerajaan Majapahit :
·         Raden Wijaya
·         Raja Jayanegara
·         Raja tribhuwanatunggadewi
·         Raja Hayam Wuruk
·         Wikrama Wardhana


9. Kerajaan Bali
       Kerajaan bali terletak di suatu pulau kecil, kebanyakan penduduknya berdatangan dari pulau jawa, karena pelarian dari kerajaan Majapahit ketika runtuh. Prasasti di kerajaan Bali adalah Prasasti Sanur, Prasasti Calcuta, dan bangunan Candi Gunung Kawi.
Raja-raja Bali kuno yang berkuasa :
·         Raja Sri Kesari Warmadewa
·         Raja Ugrasena
·         Raja Tebanendra Warmadewa
·         Raja Jayasingha Warmadewa
·         Raja Jayasadhu Warmadewa
·         Sri Maharaja Wijaya Mahadewi
·         Dharma Udayana Warmadewa
·         Raja Marakata
·         Raja Anak Wungsu
·         Raja Jaya Sakti
·         Raja Bedahulu

KASULTANAN DAN KASUNANAN ISLAM DI INDONESIA
1. Kasunanan Samudra Pasai
Didirikan oleh Malik As Saleh,Terletak di sebelah utara utara Perlak di daerah Lhok Semawe sekarang (pantai timur Aceh).
Raja   :
1. Sultan Malik al-Saleh (1290-1297)
2. Muhammad Malik az-Zahir (1297-1326)
3. Mahmud Malik az-Zahir (1326-1345)
4. Mansur Malik az-Zahir (…-1346)
5. Ahmad Malik az-Zahir (1346-1383)
6. Zain al-Abidin Malik az-Zahir (1383-1405)
7. Nahrasiyah (1405-1412)
8. Sallah ad-Din (1412-…)
9. Abu Zaid Malik az-Zahir (…-1455)
10.Mahmud Malik az-Zahir (1455-1477)
11.Zain al-Abidin (1477-1500)
12.Abdullah Malik az-Zahir (1501-1513)
13.Zain al-Abidin (1513-1524)
Masa Kejayaan :  Pada masa pemerintahan Sultan Malik al-Saleh, karena sultan telah memajukan
perdagangan dan melakukan politik ekspansi.
Sebab Kemunduran : Di sebabkan karena suasana kekacauan dan perebutan kekuasaan.Setelah
tahun 1524 ,Kesultanan Samudra Pasai dibawah pengaruh Kesultanan Aceh
Darussalam.
Catatan Penting :

·         Kesultanan Samudra Pasai adalah Kerajaan Islam pertama di Indonesia.
·         Samudra Pasai menjadi pintu gerbang lalu lintas perdagangan internasional
antara India dan Cina.
·         Pada abad ke-14, Samudra Pasai berhasil menjadi salah satu pusat studi
Agama Islam.
·         Pada th 1345, seorang pengelana dari Maroko, Ibnu Battuta mengunjungi
Samudra Pasai.
·         Kerajaannya makmur dan menggunakan mata uang emas yang disebut
deureuham.

2. Kasultanan Malaka
            Wilayah Kesultanan Malaka: Pahang, Indragiri, Kampar, Tumasik, Sumatera Utara, Aceh. Memiliki hubungan politik dan dagang dengan Gujarat, Cina, Benggala serta pelabuhan-pelabuhan di Jawa. Sistem birokrasi dan feodalisme sultan, pembesar dan golongan bangsawan melemahkan Malaka di bidang politik dan pertahanan.
Raja-Raja Kasultanan Malaka :
      Sultan Iskandar Syah ( 1396-1414)
      Sultan Muhammad Iskandar Syah ( 1414-1424)
      Sultan Mudzafat Syah ( 1424-1458)
      Sultan Mansyur Syah (1458-1477)
      Sultan Alaudin Syah (1477-1488)
      Sultan Mahmud Syah (1488-1511),

3. Kasultanan Aceh
Didirikan oleh  Sultan Ibrahim yang bergelar Ali Mughayat  Syah (1514-1528). Pusat pemerintahan Kerajaan Aceh ada di Kutaraja. Corak pemerintahan di Aceh terdiri atas dua sistem: kaum bangsawan, (golongan teuku) kaum ulama (golongan tengku atau teungku). Aceh mengalami kemajuan pesat pada masa pemerintahan  Sultan Iskandar Muda (1607- 1636). Wilayah kekuasaan Kerajaan Aceh meliputi : Johor, Pahang, Kedah, Perak di Semenanjung Melayu dan Indragiri, Pulau Bintan, dan Nias. Iskandar Muda menyusun undang-undang tata pemerintahan yang disebut Adat Mahkota Alam.

Raja- raja Kasultanan Aceh:
·         Sultan Ali Mughayat Syah
·         Sultan Salahudin
·         Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahar
·         Sultan Iskandar Muda
·         Sultan Iskandar Thani

4. Kasultanan Demak
Merupakan kerajaan islam pertama di pulau Jawa. Didirikan oleh Raden Patah (1500-1518) bergelar Sultan Alam Akhbar al Fatah Kekuasaannya meliputi: Demak, Semarang, Tegal, Jepara dan sekitarnya, dan cukup berpengaruh di Palembang dan Jambi, serta beberapa wilayah di Kalimantan. Karena memiliki bandar-bandar penting seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Gresik,

5. Kasultanan Pajang
Letak   : Kekuasaan Demak dulu
Raja   :

1. Adiwijaya/Jaka Tingkir (1568-1582)
2. Arya Pangiri (1582-1586)
Masa Kejayaan : Berjaya pada masa pemerintahan Adiwijaya karena pada saat itu Kesultanan Paja
ng tentram dan sejahtera sebelum Arya Pangiri menjadi sultan.
Sebab Kemunduran : Di karenakan Pangeran Benawa menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Suta
wijaya sehingga Kesultanan Pajang di pindahkan ke Mataram dan berakhirlah
kekuasaan Pajang.
Catatan Penting :

·         Didirikan oleh Adiwijaya/Jaka Tingkir pada th 1568 karena berhasil membina
sakan Arya Penangsang (Sultan Demak)
·         Pada masa pemerintahan Arya Pangiri, sultan banyak sekali melakukan tindak
an meresahkan rakyat.
·         Tindakan Arya Pangiri memunculkan upaya perlawanan.Setelah itu Pangeran
Benawa dan Sutawijaya meluncurkan penyerangan dan mengalahkan Arya
Pangiri dengan mudah karena pengikutnya hanya terdiri dari masyarakat
Demak.
·         Pangeran Benawa menyerahkan kekuasaannya kepada Sutawijaya.

6.Kasultanan Banten
Kerajaan Banten ini pada awalnya merupakan bagian dari Kerajaan Demak. Banten direbut oleh pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahillah. Fatahillah adalah menantu dari Syarif Hidayatullah. Syarif Hidayatullah adalah salah seorang wali yang diberi kekuasaan oleh Kerajaan Demak untuk memerintah di Cirebon.  Syarif Hidayatullah memiliki 2 putra laki-laki: Pangeran Pasareaan berkuasa di Cirebon. Pada tahun 1522, Pangeran Saba Kingkin lebih dikenal dengan nama Hasanuddin diangkat menjadi Raja Banten.

7. Kasultanan Cirebon
Letak   : Cirebon,Jawa bag barat
Raja   :

·         Sultan Syarif Hidayatullah / Sunan Gunung Jati
·         Panembahan Ratu
·         Panembahan Giri Laya

Masa Kejayaan : Pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hidayatullah karena pada masa itu
Kesultanan Cirebon sebagai pusat kegiatan ekonomi.
Sebab Kemunduran : Kesultanan Cirebon terbagi menjadi dua Kasepuhan dan Kanoman karena di
sebabkan oleh perpecahan masyarakat Kesultanan Cirebon.
Catatan Penting :

·         Cirebon berasal dari kata caruban yang artinya campuran,campuran dari kelom
pok pedagang pribumi dengan keluarga Cina yang menganut agama Islam.
·         Menurut sumber dari Portugis pendiri Kesultanan Cirebon yakni Fatahillah/
Faletehan sebelumnya dikenal dengan nama Nurullah.
·         Berdasarkan Tjarita Tjaruban, Kesultanan Cirebon didirikan oleh Syarif Hidayat
ullah.
·         Cirebon tetap dibiarkan merdeka pada saat Demak lalu Mataram bermaksud
menguasai Pulau Jawa, karena Sunan Gunung Jati sangat dihormati raja-raja
lain di Pulau Jawa.

8. Kasultanan Mataram Islam
Didirikan Sutawijaya dengan gelar Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama (1586-1601). Setelah Senopati wafat, putranya Mas Jolang (1601-1613) naik tahta dan bergelar Sultan Anyakrawati. Dia berhasil menguasai Kertosono, Kediri, dan Mojoagung. Ia wafat dalam pertempuran di daerah Krapyak kemudian dikenal dengan Pangeran Sedo Krapyak.
Raja Mataram setelah itu :
  1. Ki Ageng Pamanahan
  2. Sutawijaya(1575-1586) masih menjadi bagian dari kesultanan Pajang
  3. Panembahan Senopati(1586-1601)
  4. Mas Jolang (1601-1613)
  5. Sultan Agung wafat tahun (1613-1645)
  6. Amangkurat I (1645-1677).
  7. Amangkurat II (1677-1703). wilayah Kerajaan Mataram makin menyempit karena diambil oleh Belanda. Kerajaan Mataram dibagi dua:
·         Ngayogyakarta Hadiningrat (Kesultanan Yogyakarta) yang berpusat di Yogyakarta dengan raja Mangkubumi yang bergelar Hamengku Buwono I dan
·         Kesuhunan Surakarta yang berpusat di Surakarta dengan raja Susuhunan Pakubuwono III. Dengan demikian, berakhirlah Kerajaan Mataram.

9. Kasultanan Gowa dan Tallo                                                     
Sultan  Hasanuddin  Tumenanga Ri Balla Pangkana (1653-1669) raja terkenal dari Kerajaan Gowa-Tallo  yang dijuluki Ayam Jantan dari Timur (De Hantjes van Het Oosten). Posisi kerajaan ini di Sulawesi selatan.
Raja-raja Kerajaan Gowa dan Tallo :
         Raja Allaudin
         Sultan Hasanuddin
         Mapasomba
10. Kasultanan Ternate dan Tidore
Ternate berdiri abad ke-13 dengan raja Zainal Abidin (1486-1500). Portugis yang masuk Maluku pada tahun 1512. Portugis dan Belanda bukan hanya berdagang tetapi juga berusaha menyebarkan ajaran agama mereka. Penyebaran agama ini mendapat tantangan dari Raja Ternate, Sultan Khairun (1550-1570). Ketika diajak berunding oleh Belanda di benteng Sao Paulo, Sultan Khairun dibunuh oleh Portugis.
Sultan Khairun kemudian digantikan oleh Sultan Baabullah (1570-1583). Pada masa pemerintahannya, Portugis berhasil diusir dari Ternate. Keberhasilan itu tidak terlepas dari bantuan Sultan Tidore.
Kerajaan Tidore berdiri di pulau lainnya dengan Sultan Mansur sebagai raja. Kerajaan Tidore mengalami kemajuan pada masa pemerintahan Sultan Nuku. Sultan Nuku berhasil memperluas pengaruh Tidore sampai ke Halmahera, Seram, bahkan Kai di selatan dan Misol di Irian.
Dengan masuknya Spanyol dan Portugis ke Maluku, kehidupan beragama dan bermasyarakat di Maluku jadi beragam: ada Katolik, Protestan, dan Islam. Pengaruh Islam sangat terasa di Ternate dan Tidore. Pengaruh Protestan sangat terasa di Maluku bagian tengah dan pengaruh Katolik sangat terasa di sekitar Maluku bagian selatan.


9. Kasultanan Cirebon
Pada tahun 1679, Cirebon terpaksa dibagi dua, yaitu Kasepuhan dan Kanoman. Kasultanan Kanoman dibagi dua menjadi Kasultanan Kanoman dan Kacirebonan. Dengan demikian, kekuasaan Cirebon terbagi menjadi 3, yakni Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan. Cirebon berhasil dikuasai VOC pada akhir abad ke-17 berdasarkan Perjanjian Kartasura 1705.
Didirikan oleh salah seorang anggota Walisongo, Sunan Gunung Jati dengan gelar Syarif Hidayatullah.
Raja-raja Cirebon:
  • ·         Pangeran Ratu (Panembahan Yusuf)
  • ·         Panembahan Girilaya (1650-1662)
  • ·          Martawijaya (Panembahan Sepuh)
  • ·         Kartawijaya (Panembahan Anom)















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar